Berperan Kritikal Sediakan Listrik, 95% Karyawan PJB Sudah Divaksin

0
64
Webinar Covid Talk seri 8 yang digelar PT PJB akhir pekan lalu yang diikuti 600 peserta. (Ist)

SURABAYA – Pada Webinar Covid Talk seri 8 yang digelar PT PJB baru-baru ini, Direktur Manajemen SDM PT PLN (Persero), Syofvi F. Roekman mengapresiasi PJB yang berhasil melakukan vaksinasi terhadap 10.271 karyawannya (95%). Dimana jumlah ini adalah jumlah vaksinasi terbesar di seluruh anak perusahaan PLN.

“Alhamdulillah PJB sudah 95%, terima kasih kepada segenap Direksi dan Komisaris yang terus mendorong vaksinasi ini dilakukan, apresiasi kami sampaikan”, jelas Syofvi dalam rilisnya, Senin (26/7/2021).

Dijelaskannya, vaksinasi adalah upaya PJB untuk memutus rantai penularan pandemi Covid-19. Vaksinasi penting bagi seluruh insan PJB, karena menjadi peran kritikal PJB dalam penyelenggaraan listrik bagi masyarakat Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi di PJB terus berjalan hingga ditargetkan 100% karyawan telah divaksinasi.

Covid Talk sendiri merupakan webinar rutin yang digelar PJB dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan PJB. Pada seri ke 8 ini mengambil tema Perkembangan dan Cara Menangani Covid-19 Menurut Medis. Webinar yang dihadiri 600 peserta ini mengundang Dr. Slamet Budiarto, SH.MH.Kes, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan menyampaikan, sebagai industri yang masuk dalam kategori kritikal, PJB telah mengambil kebijakan-kebijakan mendukung upaya pemerintah seperti membatasi mobilitas pegawai, meningkatkan rasio vaksinasi, optimasi kebijakan WFO – WFH. Hingga melakukan karantina sehat terhadap karyawan yang memegang peranan penting di unit pembangkit sebagai garda terdepan PJB.

“Saya berharap melalui Covid-Talk PJB, para PJB-ers dan keluarga akan makin teredukasi, dan saya tidak bosan-bosannya menekankan agar kita tidak kendor menerapkan prokes, tapi justru harus makin meningkatkan komitmen disiplin menerapkan prokes, baik kepada diri sendiri maupun keluarga agar terhindar dari Covid-19”, jelas Gong Matua.

Sementara Dr. Slamet Budiarto, SH.MH.Kes menjelaskan, penanganan pandemi Covid-19 tergantung pada 3 hal yaitu promotif, preventif, serta kuratif. PJB telah melaksanankan promotif melalui sosialiasasi secara masif kepada karyawan dan keluarganya, salah satunya melalui webinar ini. Preventif juga dilakukan melalui penerapan prokes, vaksinasi, dan karantina bagi pasien aktif yang telah dengan baik dilakukan PJB. Sedangkan untuk kuratif menjadi peran badan dan tenaga kesehatan yang ada.

“Penyebaran virus Covid-19 tergantung pada 3 hal, yaitu keganasan virus (varian), lingkungan hidup, serta imun tubuh. Upaya yang bisa kita lakukan hanyalah menjaga lingkungan kita agar tetap menjalankan protokol kesehatan, serta menjaga imun tubuh kita tetap tinggi dengan menjaga pola makan, olahraga, berjemur, dan vaksinasi,” ujarnya.(hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here