Masa Pandemi Harus Bisa Cari Solusi untuk Bertahan Hidup

0
34
Seorang perempuan di Magetan, berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi di masa pandemi dengan membuat kerajian dari batok kelapa.

MAGETAN — Pandemi covid-19 terbukti memporak-porandakan perekonomian masyarakat semakin melemah. Apalagi setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021.

Walau pemerintah mempunyai misi memperbaiki kesehatan masyarakat. Dampak yang hebat bagi masyarakat untuk aktifitas, baik pemasaran hasil produksi atau lintas jalan yang tersekat. Kata yang terdengar dari masyarakat keluh kesah para pedagang pinggir jalan semakin sulit untuk hidup, ” ketusnya. Selasa (26/07/21).

Produk lain makanan di gilir dan tidak bisa leluasa, melintasi jalanpun harus putar haluan, dipikir satu jalur malah menyatukan pemakai jalan ngumpul disitu. Lain itu lintasnya jalan makin jauh dan memakan ongkos lebih. Kita sudah susah kok tambah berat untuk keluar memakai jalan, ” tambahnya.

Kebijakan memperpanjang PPKM menyebabkan banyak orang tidak bisa bekerja di luar secara optimal, sehingga pendapatan yang diperoleh masyarakat sangat minim. Kebutuhan tidak mencukup.

Di tengah keadaan yang sangat sulit ini, seorang pengerajin tempurung kelapa asal Magetan masih mampu bertahan. Para wanita usia senja seperti yang bernama Lasiyem contoh dengan keterbatasan ekonomi tidak putus asa atas kehidupannya saat ini. Karena tanpa usaha mandiri yang terjadi krisis ekonomi, dimana banyak orang yang dialami serupa.

Di bagian samping rumahnya yang masih berdinding bambu, di gunakan untuk bekerja membuat kerajinan tempurung kelapa untuk dijadikan irus. Harapannya bisa tertukar dengan mata uang untuk dibelikan bahan pokok. Biarkan mereka mengeluh kata Lasiyem, sekarang tanpa usaha mandiri niscaya cukup. Semoga ada solusi pemerintah dengan keadaan ini, jangan membuat masyarakat mengeluh. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here