Bupati Jember Paparkan Strategi PPKM Level 3

Instruksikan 3 Kecamatan Harus Yustisi

0
351
Jember menjadi PPKM Level 3
Pemaparan Bupati Jember terkait strategi PPKM Level 3 di Kota Jember.

JEMBER – Kabar baik bagi warga Jember, pasalnya PPKM dari sebelumnya level 4, kini sudah turun menjadi level 3 sesuai Inmendagri Nomor 27 Tahun 2021 yang dikeluarkan pada 2 Agustus 2021 di paparkan langsung Oleh Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendopo Wahya Wibawagraha.03/08/2021.

Bupati menjelaskan ada beberapa kelonggaran pada level 3 antara lain tempat ibadah dibuka kembali untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan serta peribadatan dengan batas maksimal 25% dari kapasitas. Pasar rakyat, swalayan, toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari diperbolehkan buka dengan batas operasional maksimal pukul 20:00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%.Dan toko yang menjual barang bukan kebutuhan sehari-hari diperbolehkan buka dengan batas operasional maksimal pukul 15:00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%.

“Pencapaian level 3 ini, mari kita jadi penyemangat untuk lebih patuh, lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan, supaya ke depannya bisa turun lagi ke level 2 bahkan level 1,”ungkap Bupati Hendy Siswanto saat memimpin rapat PPKM Level 3.

Bupati Hendy Siswanto menyampaikan strategi yang harus dilakukan di masa PPKM 3 dengan fokus penekanan penanganan Covid-19 di sektor hulu. Penanganan di sektor hulu yang dimaksudkan adalah PPKM Mikro.

“Kita akan memasifkan PPKM Mikro berbasis RT/RW sebagai pencegahan Covid-19 di sektor hulu. Saya akan memulai PPKM Mikro ini di 3 (tiga) kecamatan yaitu Kaliwates, Patrang dan Sumbersari.Dan mengintruksikan untuk melakukan operasi yustisi selama 7 hari di 3 kecamatan itu, mulai dari perkotaan, kelurahan hingga perkampungan atau lingkungan,”terang Bupati .

Di sisi lain petugas juga akan turun ke rumah-rumah untuk melakukan swab ke warga yang mempunyai kontak erat dengan pasien Covid-19. Untuk itu, setiap Ketua RT/RW diwajibkan mendata warganya yang terpapar Covid-19,”tegas Bupati .

“Jika hasil swab dinyatakan positif Covid-19, tenaga kesehatan akan menentukan apakah isolasi mandiri atau isolasi terpusat. Keluarga dari pasien yang sedang isolasi akan diberikan beras dan lingkungannya akan disemprot disinfektan,”jelas orang nomor satu itu.

Selain itu, setiap kecamatan juga wajib menyediakan 3 gedung sekolah sebagai tempat isolasi terpusatnya, tim bergerak menyebar ke kampung-kampung selama 7 hari berturut-turut,” Ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here