MUI Kebomas Latih Pemandi Jenazah untuk Melatih di Lingkungannya

0
50
Ustadz Fatoni memberikan bimbingan dalam merawat jelang dan setelah meninggal

 

GRESIK – Seiring berkurangnya pemandi jenazah di wilayah perkotaan, terutama di perumahan, sehingga MUI menyelenggarakan TOT, untuk selanjutnya melatih kader pemandi jenazah bagi lingkungan desa/ kelurahan, demikian dikatakan Ketua MUI Kebomas, H Munhamir, Rabu (4/8).

” Dikala pandemi ini, tingkat kematian warga baik mati biasa atau karena sakit lebih banyak dibanding diluar pandemi, sementara pemandi jenazah semakin berkurang jumlahnya, MUI menggelar pelatihan yang diikuti masing masing utusan desa dan kelurahan, termasuk dari muslimat,” papar Munhamir.

Lebih lanjut dikatakan bahwa masing masing kader yang sudah di berikan pelatihan ini, selanjutnya akan memberikan ilmu dalam merawat jenazah ini ke lingkungan desa setempat.

” Program pelatihan ini kami kemukakan pada MUI kabupaten, dan mendapat respon bagus, dan termasuk juga di berikan fasilitas,” terang Munhamir.

Dari 21 desa dan kelurahan se kecamatan, ada kelurahan yang mengirimkan utusan lebih dari 3 orang, selain wilayah yang luas, juga kepedulian dari lurah yang selalu memberi dorongan kepada warga, seperti terlihat pada Kelurahan Sidomoro, sementara di beberapa desa yang lain, pihak perangkat mesti ber susah payah dalam mendekati warga untuk menjadi pemandi jenazah.

Ustadz Fathoni Muhammad LC,MSi sekretaris komisi fatwa MUI Gresik, yang menjadi pemateri dalam TOT ini bisa menarik perhatian dari peserta yang kebanyakan kaum ibu, ditambah dengan boneka sebagai model .

” Begitu sudah dipastikan meninggal, maka kain kasa atau kerudung untuk menahan dagu, biar mulutnya tidak terbuka, demikian juga tangan mesti diposisikan lurus atau posisi sedekap, dan mesti diberi penahan dengan di beri ikatan dari kain kasa yang lembut,” papar Fatoni. ( ali )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here