Kanwil DJP Jatim II Perpanjang Insentif PPN DTP Pembelian Rusun. Ini Syaratnya…

0
45
Teks foto: Kepala Kanwil DJP Jatim II Lusiani dalam suatu kegiatan beberapa waktu lalu.

SIDOARJO – Pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai
(PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah
susun.

Kebijakan ini diberikan dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat di sektor industri
perumahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Timur II Lusiani menjelaskan, dengan berlakunya
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.010/2021 yang menggantikan PMK
sebelumnya yakni Nomor 21/PMK.010/202 insentif PPN DTP diperpanjang hingga Desember
2021.

Ketentuan tersebut juga mempertegas rumah toko dan rumah kantor merupakan cakupan
dari rumah tapak.

Rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus memenuhi persyaratan untuk
mendapatkan insentif PPN DTP, yaitu:
Harga Jual maksimal lima miliar rupiah,

Merupakan rumah tapak atau unit hunian rumah susun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, mendapatkan kode identitas rumah, pertama kali diserahkan oleh
pengembang, serta belum pernah dilakukan pemindahtanganan.

Diberikan maksimal satu unit properti per satu orang dan tidak boleh dijual kembali
dalam jangka waktu satu tahun.

“Besarnya insentif masih sama dengan aturan sebelumnya, 100% PPN DTP untuk rumah dengan harga
jual maksimal dua miliar, dan 50% PPN DTP untuk rumah dengan harga jual di atas dua miliar sampai dengan lima miliar rupiah,” kata Lusiani.

Untuk dapat menikmati insentif ini pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan
penyerahan rumah harus membuat faktur pajak dan melaporkan realisasi PPN DTP kepada
Direktorat Jenderal Pajak.

Selain itu, guna kepentingan evaluasi dan monitoring realisasi PPN DTP
maka berita acara serah terima rumah tapak atau rumah susun harus didaftarkan di aplikasi Sikumbang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lusiani menambahkan, Kanwil DJP Jawa Timur II akan segera berkoordinasi dengan Real Estate Indonesia (REI), asosiasi properti, asosiasi pengembang perumahan, serta berbagai pihak terkait lainnya dalam rangka menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat luas
sehingga insentif PPN rumah ini dapat segera dimanfaatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here