KPPU Gandeng ITS Atasi Penegakan Hukum Persaingan Dibidang Teknis

0
51
Ketua KPPU, Kodrat Wibowo, S.E.,Ph.D., (kanan) saat bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Rektor ITS, Jumat (13/8/2021) di kantor Rektorat ITS Surabaya. (Ist)

 

SURABAYA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengajak Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk membantu KPPU dalam penegakan hukum atas kasus-kasus yang membutuhkan kemampuan teknik, khususnya di bidang konstruksi, pelayaran/ kepelabuhanan, dan teknologi digital.

Keinginan itu disampaikan Ketua KPPU, Kodrat Wibowo, S.E.,Ph.D., dalam pertemuannya dengan Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Rektor ITS, Jumat (13/8/2021) di kantor Rektorat ITS Surabaya.

Diharapkan ITS mampu menyumbangkan kompetensinya dalam memperkuat aspek pembuktian, memperhatikan semakin kompleksnya kasus yang dihadapi KPPU. Untuk itu, kedua Lembaga sepakat menjalin kerja sama yang lebih formal dalam mewujudkan hal tersebut.

Ketua KPPU beserta jajaran pejabat Kantor Pusat dan Kanwil IV diterima Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama  dan Kealumnian Bambang Pramujati, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sarana Prasarana Ir. Mas Agus Mardyanto, M.E.,Ph.D., beserta pejabat struktural ITS lainnya.

Kodrat Wibowo menjelaskan, kasus yang dihadapi KPPU semakin kompleks setiap tahunnya, bahkan di kasus persekongkolan tender, yang saat ini masih mendominasi laporan yang masuk ke KPPU. Dalam kasus persekongkolan tender, khususnya konstruksi, variasi dan aspek teknis yang menjadi perhatian, semakin rumit dan membutuhkan keahlian khusus.

“KPPU tidak ingin ke depan proses penegakan hukum terhambat sebagai akibat kurangnya pemahaman KPPU atas isu yang dipersoalkan. Untuk itu, dukungan keahlian ITS di bidang teknik sangat dibutuhkan,” ujar Kodrat.

KPPU, katanya,  juga memfokuskan inisiatifnya pada kasus-kasus kompleks di bidang teknologi digital, khususnya platform online. Hal ini sejalan dengan pola pelanggaran persaingan usaha yang terjadi di dunia, dan diputus oleh berbagai otoritas persaingan usaha internasional.

“KPPU mentargetkan dominasi sektor teknologi digital oleh pelaku usaha tertentu dapat dicegah KPPU dengan menggandeng keahlian di ITS,” ungkap Kodrat.

Rektor ITS menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan siap untuk membantu KPPU. Hal ini sejalan dengan komitmennya memprioritaskan hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah.

“Kami juga mengharapkan KPPU dapat membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan persaingan yang dapat menghambat perkembangan dan inovasi di bidang teknologi, maupun membantu pejabat pengadaan di ITS dalam mencegah kolusi dalam berbagai pengadaan di perguruan tinggi tersebut,’ kata Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here