SIG Berdayakan Ibu Rumah Tangga Menjahit 1.400 Baju Hazmat

0
39
Dorong peningkatan ekonomi keluarga dimasa pandemi. Tampak General Manager of CSR SIG Edy Saraya (paling kanan) meyaksikan proses pembuatan baju hazmat. (Ist)

GRESIK – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui SIG Peduli terus berupaya meningkatkan ekonomi keluarga disekitar operasional Perusahaan dimasa pandemi Covid-19 saat ini. SIG memberdayakan 30 ibu-ibu penjahit sekitar Perusahaan untuk membuat 1.400 baju Hazmat.

Baju Hazmat hasil produksi Ibu-ibu rumah tangga ini secara bertahap mulai disalurkan SIG pada Kamis (5/8/2021) bersama bantuan  Alat Pelindung Diri (APD) lainnya, yaitu 3.000 masker medis, 1.500 sarung tangan serta 200 face shield bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Pemkab Gresik dan masyarakat sekitar.

Pemberian bantuan senilai Rp 120 juta tersebut diserahkan oleh GM of CSR SIG Edy Saraya kepada Lurah Sidomoro Christina Triandajani, di Kantor Kelurahan Sidomoro Gresik, Jumat (13/8?2021).

Edy Saraya mengatakan, pembuatan 1.400 baju hazmat ini di produksi 30 penjahit dan merupakan ibu rumah tangga yang berasal dari Kel. Sidomoro, Gending, dan Singosari, Gresik. Sebelumnya ibu-ibu tersebut telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang digelar SIG termasuk bantuan mesin jahit. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan diantaranya metode teori, demonstrasi dan praktik menjahit.

“Ini salah satu upaya pemberdayaan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga dalam mendukung peningkatan ekonomi keluarga serta pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat”, kata Edy Saraya.

Sementara itu, Christina Triandajani, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan SIG, terutama bagi warganya. ”Keikutsertaan ibu rumah tangga dalam memproduksi baju hazmat ini dapat memberikan pemasukan tambahan bagi warga. Para ibu-ibu sangat senang bisa terlibat dan menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

”Bantuan baju hazmat ini sangat penting bagi para nakes dan satgas Covid-19 di desa. Selama ini kami cukup kesulitan mencari baju hazmat untuk menunjang kerja para anggota nakes dan satgas di desa terutama untuk pemulasaran jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19, bantuan dari SIG ini sangat membantu,” pungkas Christina Triandajani. (ali/hari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here