Pembuat Surat Rapid Tes Antigen Palsu di Banyuwangi Ditangkap Polisi

0
80
AKBP Nasrun Pasaribu bersama Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo saat menunjukkan barang bukti

BANYUWANGI – Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil menangkap tiga tersangka pembuat surat rapid tes antigen palsu.

Mereka adalah DNE (30) warga Desa Rejosari Kecamatan Glagah, AF (29) warga Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, dan S (37) warga Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang.

Selain ketiga tersangka tersebut, ada juga seorang tersangka lain yakni VYF (40) warga Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran yang saat ini masih DPO.

“Kami melakukan penyelidikan kasus ini selama tiga bulan,” kata AKBP Nasrun Pasaribu, Kapolresta Banyuwangi saat pressconference, Kamis (02/09/2021).

Selama beraksi mereka telah berhasil membuat 48 surat rapid tes antigen palsu dengan mencatut nama sebuah klinik berinisial AH.

“Mereka saling bekerjasama menawarkan rapid test antigen dengan hasil negatif tanpa  test. Disini dua pelaku diduga sebagai tokoh utama, sedangkan satu pelaku lainnya hanya sebagai perantara,” jelasnya.

“Sasaran mereka adalah para penumpang travel yang akan menyeberang ke pulau Bali,” imbuh dia.

Kapolresta menambahkan, surat rapid tes antigen palsu tersebut dijual oleh tersangka sebesar 100 ribu per surat.

“Dana hasil pembuatan surat palsu tersebut, mereka bagi masing masing ada yang 60 persen dan 40 persen,” terangnya.

Dari penangkapan para tersengka, polisi berhasil menyita barang bukti printer, laptop, handphone, buku tabungan, dan kertas cetak antigen palsu.

“Dengan ini, pelaku kita jerat pasal Pasal 263 ayat (1) KUHP Sub Pasal 268 ayat (1) KUHP Jo 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here