Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Jawa-Bali Periode 24-30 AGUSTUS 2021

0
391

 

Jember– Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto bersama jajaran Forkopimda Jember mengikuti rapat koordinasi membahas PPKM Jawa-Bali periode 24-30 Agustus 2021.

Melalui video conference yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (01/09/2021).

Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para kepala daerah bahwa mobilitas sangat berpengaruh pada penyebaran virus corona. Setiap kepala daerah juga harus memastikan strategi yang dilakukan sudah benar termasuk memassifkan penggunaan aplikasi peduli lindungi.“Untuk aplikasi peduli lindungi, saya minta kepada jajaran Polri dan TNI serta para kepala daerah untuk memassifkan penggunaan aplikasi ini sehingga dengan adanya aplikasi yang terinstal maka kita bisa memantau satu-persatu warga, dunia mengakui teknik ini,” ungkap Luhut.

Luhut juga mendorong untuk setiap kepala daerah untuk mempelajari dan memahami betul setiap tingkatan level PPKM.“Penambahan Kasus aktif Jawa- Bali makin ada penurunan, kasus aktif Jawa – Bali turun.
Hari ini lebih bagus namun tetap harus hati-hati,” pesan Luhut.

Luhut mengingatkan tiga poin utama kepada para pemangku kebijakan. Yakni, pertama untuk tetap saling bersinegi dan tetap waspada. Kedua, jangan terlalu euforia atas turunnya kasus positif secara Nasional dan ketiga, tetap memantau adanya varian baru yang bisa datang di Indonesia.

Lebih lanjut Luhut menyebut negara Israel yang mengalami lonjakan kembali kasus Covid-19.
Hingga saat ini vaksin yang digunakan Sinovac, Astra Zeneca, Moderna, Bio Farma, Sinopharm, Sputnik V dan Pfizer.

Luhut menyoroti Kota Bogor dan Madiun yang mengalami lonjakan dibandingkan daerah lainnya.
Ia berharap kerjasama yang baik diantara Bupati, Kapolres dan Dandim setempat dalam penanganan secara kolektif.

Informasi yang didapatkan dalam rapat, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin tahap pertama.

Dengan demikian Indonesia menduduki peringkat 6 dunia dalam vaksin tahap pertama, Seperti diketahui Pemerintah Indonesia saat ini gencar melakukan vaksinasi.
Apalagi menjelang Pembelajaran Tatap Muka, anak sekolah gencar divaksin.

Pemerintah pusat lewat Luhut Binsar Panjaitan berpesan agar lansia terus didorong untuk mengikuti vaksinasi sebab sebagian besar kasus kematian ada pada kaum lansia.(lilik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here