Lagi, GMNI Banyuwangi Bagikan Bansos Kepada Masyarakat

0
55
Dana Wijaya bersama I Made Cahayana Negara saat menyerahkan bansos kepada warga.

BANYUWANGI – Setelah sebelumnya sukses di wilayah Kecamatan Kalipuro, Songgon dan Singojuruh, GMNI Banyuwangi kembali bergerak melakukan kegiatan bakti sosial membagikan sembako untuk masyarakat.

Kali ini mulai menyasar di wilayah selatan Kabupaten Banyuwangi, lebih tepatnya di Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran.

Sebanyak 50 paket sembako yang berisikan beras, minyak goreng dan mie instan di bagikan kepada masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah, Minggu (12/09/2021).

Dalam keterangannya, Ketua GMNI Banyuwangi, Dana Wijaya menyampaikan, kegiatan ini adalah kegiatan yang mengesankan. Dimana, semangat yang berkobar dari kader GMNI Banyuwangi bersama masyarakat setempat yang antusias ini adalah keniscayaan dalam sebuah perjuangan.

“Kegiatan ini juga kami sertai dengan edukasi pentingnya menjaga prokes, dan ikut serta dalam program vaksinasi agar pandemi di Indonesia khususnya di Banyuwangi bisa segera berakhir,” kata Dana.

Tak lupa, GMNI Banyuwangi juga mengucapkan terima kasih kepada para alumni GMNI Banyuwangi diantaranya, Sony T. Dana Paramita yang juga anggota Komisi VI DPR RI.

“Terima kasih PA GMNI Banyuwangi selalu mensupport kegiatan-kegiatan kami, mulai kegiatan Keilmuan, Kaderisasi hingga Kegiatan-kegiatan sosial,” ucap Rino Bachtiar Wakil Ketua Bidang Organisasi GMNI Banyuwangi.

Sarengat salah seorang warga setempat mengucapkan terima kasihnya kepada GMNI Banyuwangi.

“Terimakasih Banyak adik-adik GMNI Banyuwangi sudah berkenan membantu masyarakat Pesanggaran, khususnya Dusun Ringinsari,” ungkap Sarengat.

Sementara, Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara yang kembali berkesempatan hadir di kegiatan ini terus memberikan semangat kepada para kader GMNI Banyuwangi.

“Teruslah berjuang untuk kaum marhaen, Sebarkan pemikiran-pemikiran Bung karno dipenjuru negeri ini. Jangan mudah puas dengan pencapaian hari ini, karena selama masih ada kaum yang tertindas marhaenisme akan tetap ada dan marhaenis harus berlipat ganda,” tegas Made.

Dia juga sependapat bahwa semua harus tetap disiplin menjaga prokes dan ikut serta vaksinasi. Jangan percaya dengan info yang kurang benar, jangan takut untuk Vaksinasi.

“Kita juga patut bersyukur karena berkat gigihnya pihak-pihak terkait seperti Pemda, TNI Polri, Politisi, mahasiswa dan masyarakat akhirnya status Banyuwangi turun level hingga kelevel 2,” pungkasnya.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here