Bupati Jember Hendy Siswanto Resmi Pinjamkan Aset Pemkab Jember kepada MUI

0
370
Foto Bupati Jember Hendy Siswanto bersama ketua MUI Abdul Haris saat penandatangan danserah terima pinjam pakai aset

 

Jember_ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meminjamkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember aset gedung (rumah) yang terbengkalai di Perumahan Gunung Batu Jember kecamatan Sumbersari.

Dalam kesempatan itu Bupati Hendy menyampaikan, “Alhamdulillah, hari ini kita sudah resmikan kantor MUI Jember dan juga kita bisa berdiskusi langsung dengan para pakar-pakarnya,” ujar Hendy dalam sambutannya di halaman Gedung MUI Jember yang baru, Kamis (16/9/2021).

Bupati Hendy berharap, MUI Kabupaten Jember harus lebih proaktif dalam melayani ummat. Sehingga kolaborasi antara Pemkab Jember dan MUI akan membuahkan support sehingga eksis ditengah-tengah masyarakat.

Menurut Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto peminjaman gedung tersebut supaya aset pemkab Jember lebih produktif, untuk kegiatan keagamaan yang ada di Kabupaten Jember.

Selain Gedung Bupati juga akan melengkapi berbagai fasilitas pendukung lain. Seperti alat transportasi mobil untuk mendukung kerja MUI. Mengingat, persoalan akhlak di tengah masyarakat nantinya akan semakin komplek.

“Oleh karena itu, MUI harus menjadi garda pertama yang mampu memfilternya, khusunya persoalan akhlak yang ada di kabupaten Jember,” tuturnya.

Kita ketahui lanjut Hendy, adanya Wabah COVID 19 membuat anak-anak kita belajarnya tidak langsung bertemu gurunya. Sehingga akumulasi persoalan akan muncul 10 hingga 15 tahun ke depan.

“Persoalan yang kita takutkan adalah soal hilangnya akhlaq serta tata krama. Ini yang dinamakan Loss Generation, maka disinilah MUI bisa juga hadir,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Jember Abdul Haris menerangkan bahwa fungsi organisasi Islam ini, bukan hanya itu, juga sebagai pertimbangan untuk melakukan sebuah keputusan di tatanan pemerintahan. Contohnya, permasalahan Syiah, Tibbil Qulub dan semacamnya.

“Maka pertimbangan formal yang akan diputuskan berasal dari MUI. Karena di MUI itu gabungan dari berbagai macam organisasi keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Al Irsyad dan sebagainya sehingga kompleks”, terangnya.

Lebih jauh Haris memaparkan bahwa MUI juga memiliki kewenangan memberikan lebel halal kuliner. Oleh kerena itu, kata dia, organisasi ini harus selalu bersinergi dengan banyak (semua) elemen masyarakat.

” Dalam konteks sertifikasi halal, Jember paling siap, karena kita bisa bermitra dengan UNEJ, Politeknik, sehingga juga bisa menyedot konsumen dari berbagai Kabupaten seperti Banyuwangi, Bondowoso dan Kabupaten Situbondo,” pungkasnya.(lilik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here