Audiensi Rencana MoU Pemkab Jember dengan Perhutani

0
370
Bupati Jember dan Perhutani

 

Jember – Pemerintah kabupaten Jember bersama Perhutani akan buat MoU kerjasama untuk mengelola beberapa obyek wisata yang berada wilayah Perhutani, seperti Pantai Tanjung Papuma, air terjun Tancak dan air terjun Tujuh Bidadari.

Pihak perhutani mengadakan audensi dengan bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto untuk membahas rencana kerjasama MoU antara kedua pihak pada Jum’at 17/9/2021 di pendopo Wahyawibahagraha.

General Manajer KBM Ekowisata Perhutani Jatim, Berthus Sudarmeidi, GM Ekowisata Jatim Jawa timur Divisi Wisata Perum Perhutani membahas rencana kedepan perkembangan kerjasama wisata yang berada di wilayah perhutani kepada Bupati Hendy.

Hendy mengungkapkan, pihaknya akan menargetkan untuk wisata bisa beroperasi di tahun 2021 .

“Sekarang covid mulai mereda wisata boleh buka sedikit,” ungkapnya.

Insyaallah minggu depan sudah bisa di tandatangani kerjasama ini,” ujar Hendy.

Menurut Hendy pihaknya akan mengemas wisata tersebut agar terintegrasi, bukan hanya satu tujuan wisata saja.

Segala prasarana akan segera dilakukan perbaikan agar dapat memanfaatkan SDM di kabupaten Jember.

Sementara Berthus Sudarmeidi, GM Ekowisata Jatim, Divisi Wisata Perum Perhutani, menyambut hangat gagasan Bupati Jember.

“Kita buat dulu suatu kesepakatan bersama, apa saja yang akan dikerjakan, antara Pemkab Jember dengan eko wisata Jatim,” ungkapnya.

Menurut Berthus, kesepakatan dan kesepahaman harus terlebih dulu terbangun.

audiensi bupati jember Hendy siswanto dengan pihak perhutani

“Apa yang akan di kontribusikan oleh pemerintah Jember, kami sambut baik, dari audensi ada dua lokasi dalam satu area, antara watuulo dan papuma, nanti akan dijadikan satu pintu oleh Bupati, agar tidak memberatkan para wisatawan yang datang nanti. Karena tiketnya saat ini berbeda,” ujar Berthus.

Berthus mengatakan, kendala yang dihadapi bukan hanya tiket bagi pengunjung, tetapi belum tersedianya street parking juga menjadi sebuah PR.

“Mungkin di area Papuma dan Watuulo nanti, Bupati akan bangun street parking, semuanya berkumpul di situ, untuk masuk Papuma bisa menggunakan shuffle. Nanti bisa kita fasilitas di situ,” tegasnya.

Selanjutnya Direktur Sinergi Analisis Hukum (SAH), Agus Mashudi dalam mencermati audiensi antara perum perhutani dan pemkab Jember, menurutnya merupakan upaya yang patut diwaspadai, karena sudah menjadi kewajiban pemangku kebijakan untuk memberikan azas manfaat serta fasilitas wisata murah bagi masyarakat.

“Pemerintah wajib memberikan fasilitas wisata murah, khususnya wisata Tanjung Papuma yang saat ini dikelola perum perhutani,” tegasnya.

Terkait permasalahan tiket masuk di wisata Tanjung Papuma Agus menilai relatif mahal, sehingga cendrung mengeksploitasi masyarakat dalam menikmati kemudahan berwisata murah.

Agus mendesak agar Pemkab Jember mengevaluasi kembali surat ketetapan retribusi biaya masuk, kejelasan sharing coorporate, perlunya pengelolaan satu pintu dengan watu ulo, serta tindak lanjut pengelolaan pantai dan pesisir oleh Pemkab Jember.

“Jika tidak, maka kami akan mempertimbangkan langkah berikutnya, apakah akan kami tempuh somasi, atau bahkan gugatan hukum,” pungkasnya.(lilik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here