Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Kemajuan Pelayanan Publik Banyuwangi

0
72
Wapres Ma'ruf Amin saat di MPP Banyuwangi

BANYUWANGI – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengapresiasi kemajuan pelayanan publik di Kabupaten Banyuwangi.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (21/10/2021) sore.

Di Banyuwangi, orang nomor dua di Indonesia tersebut mengunjungi Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Lounge Pelayanan Publik Banyuwangi.

MPP Banyuwangi sendiri merupakan pusat layanan di Banyuwangi yang berdiri sejak 2017, tercatat sebagai MPP pertama di Indonesia yang diinisiasi pemerintah kabupaten. Saat ini telah mengintegrasikan 233 layanan dari 24 instansi.

Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wapres melihat sejumlah gerai layanan. Di antaranya, asistensi layanan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), administrasi kependudukan, paspor, layanan Kementerian Agama, kepolisian, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagainya.

Saat berada di MPP, Wapres mengecek berbagai fasilitas pendukung bagi pengunjung agar nyaman selama mengakses layanan, seperti sudut baca, ruang laktasi, playground, dan mushalla.

Selain MPP, Maruf Amin juga meninjau Lounge Pelayanan Publik di kantor Pemkab Banyuwangi. Di sini, mantan ketua MUI tersebut melihat berbagai program-program kerakyatan di Banyuwangi.

Di Lounge Pelayanan Publik, Wapres mengapresiasi upaya penguatan data unntuk menunjang berbagai program, seperti pengentasan kemiskinan hingga pemberdayaan ekonomi. Selain itu, ada program e-village budgeting dan e-monitoring system untuk meningkatkan akuntabilitas anggaran desa.

“Sore ini saya berkunjung ke Banyuwangi melihat beberapa hal yang sangat baik, misalnya soal MPP ini, Banyuwangi merupakan yang pertama di Indonesia, dan sudah diikuti daerah lain di Indonesia,” tutur Ma’ruf Amin.

“Adanya MPP ini, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan bagian dari reformasi birokrasi kita. Dibuat supaya pelayanan publik tidak berbelit, murah, mudah dan saya kira ini tuntutan pelayanan kepada masyarakat dan ternyata Banyuwangi menjadi pelopor,” imbuh dia.

Wapres juga mengapresiasi keberadaan Pasar Pelayanan Publik dan Gerai Perizinan Pelayanan Terpadu untuk nelayan, ini sebagai upaya mendekatkan pelayanan perizinan ke wilayah yang menjadi basis nelayan.

”Jadi mengurus tidak harus ke pusat kabupaten, cukup di sana, dan ini juga mempercepat, mempermudah, bisa lebih efisien, juga sesuai instruksi Kemenpan RB untuk reformasi birokrasi dan juga digitalisasi,” ungkap Wapres.

Saat ini, terdapat dua Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, yakni di Pasar Rogojampi guna menjangkau kawasan tengah Banyuwangi, dan di Pasar Genteng guna menjangkau kawasan selatan Banyuwangi. Sedangkan, untuk Gerai Perizinan Pelayanan Terpadu untuk nelayan, berada di Pelabuhan Muncar dan Grajagan.

Wapres sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Banyuwangi. “Saya harap seluruh Indonesia bisa seperti Banyuwangi, punya mall pelayanan publik, lounge pelayanan publik, pasar pelayanan publik dan Gerai Perizinan Pelayanan Terpadu untuk nelayan,” pungkas Wapres.

Sementara itu, Bupati Ipuk berterima kasih atas arahan Wapres dan Gubernur Jatim dalam kunjungan kali ini.

”Terima kasih Bapak Wapres dan Ibu Gubernur Jawa Timur. Ini memotivasi kami untuk terus berbenah. Tentu kami masih banyak kekurangan, tetapi tadi Bapak Wapres dan Ibu Gubernur memberikan arahan, insight-insight untuk perbaikan ke depan,” ucap Ipuk.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here