Pertahankan SAKIP A Lima Tahun Berturut-turut, Banyuwangi Kembali Raih Penghargaan

0
58
Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan penghargaan kepada Ipuk Fiestiandani

SURABAYA – Pemkab Banyuwangi kembali mempertahankan nilai A pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Melebihi Kabupaten/Kota lainnya, Banyuwangi berhasil mempertahankan nilai A tersebut selama lima tahun berturut-turut.

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersamaa dengan pemberian penghargaan kepada daerah yang telah menerima SAKIP A tiga tahun berturut-turut di Surabaya, Rabu petang (27/10/2021).

Acara dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB Erwan Agus Purwanto.

SAKIP sendiri adalah sebuah sistem terintegrasi dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan. Terdapat sejumlah fokus pelaporan dan evaluasi, yaitu laporan anggaran, kinerja output program pembangunan, kinerja outcome program, dan kinerja sasaran. Paradigma pemerintahan digeser bukan lagi pada berapa anggaran yang disiapkan dan dihabiskan, tapi berapa besar kinerja yang dihasilkan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, SAKIP penting sebagai indikator peningkatan kualitas reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

“Bagi kami, mampu mempertahankan penilaian SAKIP tetap A bukan semata-mata soal penghargaan. Namun, ini adalah bagian dari tanggung jawab, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi,” ucap Ipuk.

“Tentu saja yang ada di Banyuwangi belum sepenuhnya sempurna, tapi kita terus optimal lakukan pembenahan demi pembenahan,” sambung dia.

Ipuk menilai, prestasi SAKIP A adalah buah dari kekompakan seluruh ASN dalam bekerja mengembangkan dan memajukan daerah.

”Terima kasih kepada seluruh ASN, seluruh keluarga besar Pemkab Banyuwangi. Dan tentu kepada semua masyarakat yang bergerak bersama, saling memberi masukan, untuk perbaikan pelayanan publik,” papar Ipuk.

”Terima kasih kepada Menteri PAN-RB Bapak Tjahjo Kumolo dan Gubernur Jatim Ibu Khofifah yang terus membimbing Banyuwangi, memberikan insight-insight, untuk perbaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, spirit utama dari SAKIP ini adalah bagaimana melahirkan kolaborasi berbasis program. Sehingga melahirkan kekuatan terbaik dalam memberikan pelayanan.

“Jangan sampai antar bagian saling berlomba-lomba melahirkan pelayanan terbaik, namun tidak sinkron satu sama lainnya. Perlu adanya kolaborasi berbasis programatik sehingga melahirkan strong collaboration,” ujar Khofifah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono menambahkan, selain menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran terhadap capaian kinerjanya, SAKIP juga menilai peningkatan kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi, dan penyelenggaraan pemerintah yang berorientasi pada hasil.

“Dari SAKIP memacu birokrasi harus berubah. Bekerja harus ada hasilnya. Bukan sekadar menuntaskan program yang ada di dokumen pelaksanaan anggaran, bukan sekadar menghabiskan anggaran. Tapi seberapa besar kinerja yang dihasilkan, yang berdampak ke masyarakat,” jelas pria yang akrab dengan sebutan Yayan ini.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here