Tinjau Lokasi Banjir, Ipuk Serahkan Bantuan dan Pastikan Perbaikan Infrastruktur

0
47
Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau lokasi banjir yang melanda dua desa di kawasan pemukiman sekitar Perkebunan Sungai Lembu.

Yaitu, Desa Kandangan dan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Selain memastikan kondisi warga tedampak, Ipuk juga menyerahkan bantuan.

“Saya ingin melihat langsung dan memastikan warga yang terdampak dapat tertangani dengan baik,” ungkap Ipuk sembari membagikan sembako kepada warga terdampak, Kamis (4/11/2021).

Banjir yang melanda dua desa di kawasan Perkebunan Sungailembu tersebut terjadi pada Selasa (2/11/2021) sore.

Banjir terjadi setelah setelah turun hujan selama kurang lebih tiga jam yang menyebabkan air sungai meluap. Sebelumnya, selama tiga hari di kawasan perkebunan tersebut juga terjadi hujan yang cukup lebat.

“Penyebab utamanya karena terjadi sedimentasi di Sungai Lembu, sehingga saat diguyur hujan dengan debit air yang tinggi, menyebabkan luapan air ke perkampungan,” ujarnya.

Akibatnya, sekitar 73 kepala keluarga terdampak banjir, dan satu jembatan yang tergerus pada bagian pondasinya.

Di lokasi, Ipuk memerintahkan untuk segera melakukan pengerukan di sepanjang Sungai Lembu yang berpotensi mengakibatkan banjir.

“Kita juga akan memastikan penyebabnya di hulu, sehingga tidak terjadi proses sedimentasi lagi yang menyebabkan banjir,” terang Ipuk.

Dia juga menjanjikan pondasi jembatan yang terkikis banjir akan dilakukan perbaikan.

“Segera kita perintahkan Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman untuk melakukan perbaikan. Sembari itu, juga dilakukan normalisasi sungai,” tegasnya.

Hasyim, salah satu warga setempat, menceritakan jika banjir menerjang selama empat jam. Air menggenang setinggi 40 centimeter.

“Masuk rumah warga airnya, kami juga harus mengungsikan ternak kami,” kata Hasyim.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menjelaskan bahwa curah hujan saat itu mencapai 97.

“Tergolong tinggi, ditambah dengan sedimentasi di sungai, akhirnya meluap,” kata Guntur.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Abdul Kadir menambahkan, banjir juga menyebabkan air di sumur keruh di Desa Sumberagung. Sebanyak 120 KK tidak bisa menggunakan sumurnya karena airnya berwarna kuning kecoklatan.

“Sudah tiga hari ini sejak banjir, BPBD telah mendistribusikan air bersih ke warga setempat. Juga menyediakan tangki air di sana untuk kebutuhan warga,” kata Kadir.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here