Mutasi Pertama, Bupati Ipuk Beri Waktu Enam Bulan pada Pejabat yang Baru Dilantik

0
67
Ipuk Fiestiandani saat melantik pejabat di Pendopo Shaba Swagata Blambangan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan mutasi ratusan pejabat di lingkungan pemkab Banyuwangi. Ini merupakan mutasi pejabat pertama yang dilakukan Ipuk sejak memimpin Banyuwangi.

Ada sebanyak 131 pejabat eselon 3 dan 4, yang dilantik Bupati Ipuk di Pendopo Shaba Swagat Blambangan, Jumat (5/11/2021) sore.

Dalam pelantikan tersebut, Ipuk menginginkan adanya spirit baru dan inovasi di tempat kerja yang baru. Proses rotasi dan promosi jabatan kali ini, menurutnya telah melalui proses yang panjang.

“Keputusan ini telah melalui proses yang panjang. Pertimbangan dari Baperjakat, juga soal kompetensi, prestasi, kinerja,” ujarnya.

Ipuk menegaskan, jabatan baru ini akan dilakukan evaluasi kinerja sampai enam bulan ke depan. Dari evaluasi tersebut akan dilakukan pergeseran kembali.

“Sampai terbentuk tim yang optimal menjadi super team Pemkab Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Kepada para ASN yang dilantik, Ipuk menyampaikan 5 pesan. Pertama, fokus bekerja.

“Semuanya fokus ke kinerja. Tidak usah tengok kanan, tengok kiri, tengok ke belakang. Menatap ke depan dengan fokus bekerja,” tuturnya.

Kedua, selalu turun ke lapangan. Ini terutama untuk para pejabat dengan otoritas kewilayahan.

“Cek, apakah ada warga kurang mampu yang sakit dan belum mendapat pelayanan, warga miskin yang belum dibantu, anak putus sekolah atau terancam putus sekolah, warga yang tinggal di rumah tidak layak huni,” perintahnya.

Ketiga, harus cepat merespons. “Jangan menunda-nunda. Jika ada keluhan atau masalah warga, segera selesaikan. Aktif di media sosial, terima serta tindaklanjuti keluhan warga,” tandasnya.

Keempat, selalu bangun optimisme. Ipuk mengatakan, Banyuwangi pernah mengukir sejarah, mencatat prestasi mulai SAKIP A, kemajuan pariwisata, peningkatan ekonomi, dan sebagainya. Sekarang tantangannya berbeda karena pandemi.

“Tetapi kita optimistis bersama-sama bisa meraih prestasi lebih baik lagi,” ujarnya.

Kelima, harus ciptakan lingkungan kerja yang anti diskriminasi. Jangan membeda-bedakan staf berdasarkan SARA. Khusus lurah, Ipuk menugaskan mengayomi semua umat beragama di wilayahnya dengan tidak melakukan diskriminasi.

“Juga harus ciptakan lingkungan kerja yang tidak bias gender. Jangan mendiskriminasi ASN perempuan,” tegasnya.

Ipuk menambahkan, selain untuk eselon 3 dan 4, juga akan ada rotasi pada pejabat lainnya. “Ini tahap pertama. Kita mulai dari pelaksana. Ujung tombak. Selanjutnya kita persiapkan untuk tahap berikutnya,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda menyebutkan bahwa dari 131 pegawai yang mengikuti pelantikan tersebut, terdiri dari 24 pejabat pengawas atau eselon 3 dan 107 pejabat administrator atau eselon 4.

“Ada 16 orang yang promosi ke eselon 3 dan 69 yang promosi di eselon 4,” ungkap Huda.(nng) ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here