‘Bubak Sawah’, Tradisi Petani Banyuwangi Mengawali Masa Tanam dan Menolak Hama

0
52
Para petani bersama warga saat acara Bubak Sawah

BANYUWANGI – Para petani di Banyuwangi menggelar tasyakuran ‘Bubak Sawah’ memasuki masa tanam tahun 2022.

Tasyakuran digelar bersama warga di lokasi dekat dengan irigasi pertanian. Salah satunya di Daerah Irigasi Baru, Dam Sere, Dusun Sere, Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, Rabu (10/10/2021).

Mereka menggelar kenduri di kawasan bantaran Sungai Sere yang kini juga difungsikan sebagai ruang publik karena tempatnya yang apik.

Tampak hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di tengah-tengah mereka. “Semoga hasil tanam bisa melimpah, dan tidak ada halangan apapun termasuk dari serangan hama,” ucap Ipuk.

Bubak Sawah atau ada yang menyebut Bubak Bumi adalah tradisi yang dilakukan para petani dalam mengawali musim tanam. Ritual ini dilaksanakan untuk memohon kepada Tuhan agar selama musim tanam, para petani ini dijauhkan dari segala macam persoalan seperti datangnya hama.

Selain ditradisikan untuk mengawali musim tanam, tradisi yang sudah turun temurun ini juga digunakan sebagai perekat rasa persaudaraan. Dalam Bubak Sawah para petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), membawa makanan dari rumah dan saling bertukar makanan.

“Pemkab Banyuwangi terus berupaya membangun jaringan irigasi untuk kebutuhan para petani, termasuk juga sumur bor. Ini sebagai upaya meningkatkan hasil pertanian di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga memotivasi para petani, selain meningkatkan produksi pertanian (on farm), petani juga bisa meningkatkan produksi olahan pertanian pasca panen (off farm).

“Produk-produk turunan pertanian juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan nilai ekonomis,” pesan dia.

Selain menggelar tasyakuran Bubak Sawah, acara tersebut sekaligus launching kawasan Dam Sere sebagai destinasi wisata.

Dam Sere atau yang dulu dikenal sebagai BBU 10 kini didesain sangat menarik. Terdapat beberapa spot foto dan gazebo yang menarik, sehingga menjadi salah satu alternatif wisata di kawasan Bangorejo.

Memanfaatkan sungai sekitar, sejumlah pemuda setempat membuka wisata tubing dan air jeram. “Dam Sere ini sekarang banyak dikunjungi masyarakat, setelah secara kreatif masyarakat setempat membuat sesuatu yang baru di tempat ini,” terang Ipuk.

Dikesempatan tersebut, Ketua HIPPA setempat, Misnan mengaku jika irigasi di kawasan tersebut tidak ada kendala berarti. Dam Sere ini mengaliri irigasi di empat desa yakni Bangorejo, Kebondalem, Bulurejo, dan Sambirejo.

“Kami berharap pemeliharaan irigasi di kawasan ini tetap ditingkatkan, Pemkab juga terus meningkatkan aliran irigasi tersier ke sawah-sawah warga,” ujar Misnan..

Sementara, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menambahkan, Bubak Sawah ini digelar serentak di tujuh lokasi dam di Banyuwangi. Diantaranya, di Dam Concrong Rogojampi dan Dam Darit Singojuruh.

“Ini adalah tradisi petani. Setiap masuk musim panen untuk tahun depan, mereka menggelar kenduri di lokasi Dam berharap kelancaran hasil pertanian,” kata Guntur.

Dia mengungkapkan, pihaknya terus meningkatkan fungsi kawasan di sekitar Dam menjadi lokasi alternatif ruang publik bagi warga. Termasuk di Dam Sere yang didesain sangat menarik dan asri.

“Sembari kita terus tingkatkan kualitas sungai, disatu sisi kita terus percantik kawasan sekitar dam menjadi public space baru bagi warga sekitar. Biar warga malu kalau terpaksa mengotori sungai,” ucap Guntur.(nng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here