Dari Rekaman CCTV, Polresta Banyuwangi Ungkap Pelaku Pencurian Uang Ratusan Juta

0
75
Tersangka beserta barang bukti hasil kejahatannya

BANYUWANGI – Kepala Kepolisian Resor Kota Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasat Reskrim AKP Mustijat Priambodo merilis hasil ungkap tindak pidana Curat (pencurian dengan pemberatan) periode Nopember 2021.

Kegiatan press rilis sendiri dilaksanakan di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (10/11/2021) siang.

Hasil pengungkapan tindak kriminalitas ini dilakukan oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Banyuwangi.

“Atas pengungkapan ini, sebanyak dua tersangka telah diamankan dari masing-masing kasus berbeda. Dalam perkara ini kedua orang tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim.

Mereka adalah AS (51), warga jalan Undayana, Kelurahan BB Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana Bali, saat ini bertempat tinggal di Lingkungan Sukowidi, RT 005, RW 001, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Dan WM (41), warga Dusun Pasar Alas Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka pun berbeda beda. Diantaranya, kasus Curat sasaran toko.

“Tersangka AS berangkat dari rumah dengan tujuan mencari sasaran pencurian, dan pada hari selasa tanggal 28 September 2021 sekira pukul 04.00 Wib, AS menemukan sasaran pencurian toko di daerah jalan Sutawijaya, Sumberrejo, Banyuwangi. AS melihat dan mengamati  situasi lingkungan dan merasa aman dia melompati pagar, berjalan ke belakang toko, mencongkel pintu yang terkunci dengan menggunakan linggis kecil, masuk mengambil rokok yang berada di etalase yang tidak terkunci,” papar AKP M. Priambodo.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menyampaikan, tersangka AS kemudian memasukan rokok-rokok tersebut ke dalam karung/sak warna putih, keluar melewati pintu belakang kembali, melompati pagar toko. Setelah di depan toko, tersangka AS mengambil tempat sampah abu-abu yang berada didepan toko dan memasukkan semua rokok berbagai merk yang telah diambilnya kedalam tempat sampah tersebut. kemudian pulang ke rumahnya.

“Atas kejadian pencurian tersebut, korban FN (pemilik toko) mengalami kerugian kurang lebih sebesar 10 juta,” jelasnya.

Kasat Reskrim menambahkan, bahwa tersangka AS juga melakukan aksinya di Toko Kosmetik yang berada di Jalan Agus Salim, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Sehinggga BH (pemilik toko) mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp. 33.770.000,-.

“Kami bisa segera mengamankan tersangka AS terbantu dengan adanya rekaman dari CCTV yang terpasang di TKP. Tersangka tidak menyadari jika aksinya terekam CCTV. Hal ini yang membantu anggota Unit Opsnal Satreskrim dalam melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka AS,” urainya.

Selain itu, Polresta Banyuwangi juga mengamankan tersangka WE pelaku pencurian sejumlah baterai tower di sembilan tempat yang berbeda dalam kurun waktu antara tanggal 12 sampai dengan 25 Oktober 2021.

Kerugian korban dari PT Telkomsel sebesar kurang lebih Rp. 178.000.000,-, dan korban dari PT Infratex XL Axiata sebesar kurang lebih Rp. 10.000.000,-.

Satreskrim saat ini juga masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap jaringan sindikat pencurian baterai tower tersebut.

“Kedua orang tersangka baik AS maupun WE keduanya sama-sama residivis dalam kasus yang sama. Tersangka AS tercatat  empat kali masuk Lapas, dan tahun 2019 pernah dihukum di Lapas Karangasem dalam perkara penadah barang hasil kejahatan dengan vonis 1 tahun. Sedangkan tersangka WE pernah dihukum di Lapas Banyuwangi dalam perkara senjata tajam dengan vonis 5 bulan 10 hari,” pungkas AKP M. Priambodo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here